Perasaan Irfan Jaya Sempat Campur Aduk Jelang Kepindahannya dari PSM ke Persebaya

Bayaijo.com – Irfan Jaya jadi salah satu pemain sayap andalan Persebaya Surabaya sejak tahun 2017 silam. Banyak momen suka duka yang dilalui pemain asal Bantaeng, Sulawesi Selatan itu selama memperkuat Tim Bajul Ijo.

Ia mengaku amat menikmati setiap momen bertanding di kandang sendiri. “Fanatisme Bonek luar biasa. Mereka selalu memenuhi stadion. Saya betah bermain di klub ini karena suporternya yang loyal,” kata Irfan.
Namun, ia mengaku sering kesal pada diri sendiri, terutama jika Persebaya kalah di Surabaya. Sebut saja di laga terakhir Shopee Liga 1 2020, saat Persebaya dipermalukan Persipura Jayapura di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, dengan skor 3-4.

“Kami sangat senang ketika bisa mendapatkan poin penuh di kandang karena bisa membahagiakan Bonek maupun Bonita. Namun sebaliknya, bila kami bertanding dan tidak bisa mendapatkan poin di kandang, rasanya sakit. Kasihan suporter, sudah bersedia meluangkan waktu untuk nonton pertandingan tapi dibuat kecewa dengan hasil akhir laga,” tutur pemain kelahiran 1 Mei 1996 tersebut

Irfan Jaya blak-blakan bahwa Persebaya merupakan klub kebanggaannya, walau ia bukan asli Surabaya atau Jawa Timur. Alasan utama karena di klub itu ia bisa gelar pemain terbaik Liga 2 pada musim 2017.

Reputasinya ikut terkerek hingga akhirnya dipanggil membela Timnas Indonesia.

“Sebelum berada di Persebaya, saya sempat bermain di Makassar untuk membela PSM. Tapi di sana saya kurang jam bertanding. Pikiran saya sempat campur aduk dan bingung, tetap bertahan di Makassar atau pindah ke Persebaya Surabaya tapi bermain di Liga 2. Akhirnya, tak berpikir panjang saya memilih Persebaya untuk bisa dapat kesempatan bermain lebih banyak lagi. Dan pilihan saya akhirnya tepat. Saya pun kini bermain di Liga 1 juga,” tutur Irfan Jaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *